Burgerkill VS The Black Dahlia Murder @ Senayan, Jakarta

Fuck yeaaahhh!!! Akhirnya kami diberi kepercayaan untuk menjadi band pembuka di gelaran konser The Black Dahlia Murder (TBDM) di Hall Basket A Senayan. Band asal Detroit, Michigan US yang baru saja merilis album terpanas mereka “Nocturnal”, datang ke Tanah Air dalam rangkaian Nocturnal World Tour 2007 yang mereka gelar mulai awal Oktober kemarin selepas album baru mereka beredar di pasaran. Pada event ini Dead Squad (Jkt) dan Purgatory (Jkt) juga ikut tampil sebagai talent pembuka, yang tentunya kedua nama tersebut akan menambah panasnya aura event metal akbar di Sabtu yang lumayan cerah ini.

Sekitar jam 12 siang ketika kami berjalan menuju bis selepas soundcheck, diluar venue terlihat 3 orang personil TBDM yang sedang bercanda bertelanjang dada sambil mengepal sebuah botol bir di tangan mereka. Perawakan yang cukup besar dibungkus tattoo-tattoo yang menghiasi sebagian badan, membuat tampilan mereka segan untuk dihampiri. Namun ternyata dugaan saya salah… sewaktu salah seorang dari kami berusaha menyapa, mereka langsung menghampiri dan mengajak kami semua berkenalan. Dan setelah meminta izin akhirnya kita semua berfoto bersama. Di kesempatan itu juga saya memberikan mereka sebuah poster TBDM berbingkai yang sengaja saya bawa dan disain khusus untuk mereka sebagai cindera mata. Dengan antusias mereka berterimakasih dan merasa sangat disambut oleh teman-teman di Indonesia. Tidak lama kemudian kami semua berpamitan untuk pulang dan mereka bertiga langsung dibawa oleh pihak panitia untuk melakukan interview dengan sebuah zine lokal.

Jam tangan saya menunjukan angka 9.15 malam, tiba giliran Burgerkill melakukan eksekusi. Sambil menunggu MC dan para tehnisi menyiapkan semua peralatan, kami berlima melakukan pemanasan di sisi panggung dan berembuk 7 buah lagu dari set list yang telah disiapkan. Setelah MC memanggil kami untuk ke atas panggung, melalui speaker PA terdengar intro petikan gitar “Resah Dera Jiwa” diputar sebagai set list pembuka konser kami. Tanpa basa-basi “Darah Hitam Kebencian” dibesut sebagai tanda kami telah siap untuk menampar telinga para audience, dan respon yang luar biasa pun dipertontonkan oleh para metalhead yang semakin memenuhi Hall Basket A Senayan. Benar-benar sebuah kondisi yang sangat membakar emosi kami di atas panggung. Ditengah lagu ke-3 “Shadow Of Sorrow” saya melihat Brian Eschbach (Gitar) dan Trevor Strnad (Vokal) dari TBDM berdiri disamping set drum Andris sambil mengacungkan kepalan tangannya dan ikut bergoyang. He he he ternyata mereka bisa juga menikmati musik kami hingga repertoire akhir. Akhirnya kami menutup konser yang sangat menguras emosi ini dengan “Sakit Jiwa” yang disambut dengan semakin liarnya mosh-pit dan ribuan acungan evil sign dari para metalhead menemani kami berlima berpamitan.

Setelah turun dari panggung, Trevor Strnad, dan Bart mendatangi kami dan berkata “You’re already blew this fuckin’ place dude! Great show, we really enjoy it!”. Waaahhh… gila! Ga nyangka mereka memperhatikan konser kami, “Thanks dude, but don’t worry those guys in the pit are waiting for you to destroy this place too…” jelas saya. “No fuckin’ way! We can’t do that… just wish me luck okay!” balasnya. Dan malam tadi TBDM bermain sangat powerfull dan intens, 15 lagu mereka garap dalam durasi 1 jam 15 menit dengan konstan dan presisi! Benar-benar sebuah performa yang wajib diteladani dan ditiru oleh band-band metal di Indonesia. Ok… Thanks untuk semua begundal yang hadir dan menemani kami tempur malam ini, you guys are sick! keep brutal and keep smokin’ metal engine!!!

PS: Bagi teman-teman yang ingin tau liputan lengkap konser The Black Dahlia Murder, silahkan kunjungi www.apokalip.com untuk mengetahui kejadian apa saja yang terjadi di konser ini.

No comments yet.

Leave a Reply